SEONGGOK KAYU
Oleh : Vera Maulidia
Ku mencoba duduk bersandar
Menatap malam menghindar
Ku terpaku dalam satu waktu
tertunduk tertawakan waktu
Menatap malam menghindar
Ku terpaku dalam satu waktu
tertunduk tertawakan waktu
Hatiku bungkam
Menutup resah dengan geram
Mencoba menutup mata
Namun yang keluar hanya air mata
Hatiku bertanya kenapa
kenapa selalu aku tersiksa
tertunduk menatapnya
Bicara kepada seonggok kayu
Kaku, bisu menunggu pada ketidakpastian tuturmu
Kututup senja dengan perih
Luruh dalam sakit merintih
Berlayar bersama tangis hati mengalun lirih
Sadarlah telah lama aku tertatih
Oh Tuhan..
Sampai bila aku berlayar di laut ini
Mendayung hati yang terombang-ambing
Tak menepi
Membiarkan raga menjauh pergi
Meski hati tertinggal tanpa arti
Pontianak
VeraMaulidia'15
0 komentar:
Posting Komentar