KABUT
Oleh : Vera Maulidia

Bintang masih malu menatapku
Tertunduk lesu dibalik kabut
Menyisakan hati yang kian tersudut
Bukan tak mengerti
Tapi mencoba menahan diri
Meski luka menyayat hati

Hadirmu penuh tanya
Yang tak jarang tak mudah adanya
Entah kenapa?
Semakin kusadari kau hanya penuh duri
Menusuk hati hanya dalam sepi

Kau membuatku terkurung
Terjebak pemikiran berujung linglung
Hari-hariku terperangkap dalam mendung
Terkadang cerah
Namun tertutup kabut
Memperhatikanmu yang terlalu ribut
Menceritakan tentangku pada orang yang tak kau sebut

Kau pernah menyenangkan 
Kau pernah mengerti
Tapi kini hanya sekedar ilusi
Karna kini kau terbawa egoisme sikapmu sendiri

Kau hanya kabut
Menutupi hari-hariku yang kau renggut
Memaksaku berpikir kalut

Satu kata yang terucap
Meski kan ada duri tertancap
Maaf kini aku tak bisa
Tak bisa memaksa hati untuk berucap
"Kau bukan satu yang menetap"

VeraMaulidia'15
Terinspirasi dari bencana asap di negeriku Indonesia
Pontianak, Kalimantan Barat

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top