SANG HATI SANG HATI Oleh : Vera Maulidia Ku masih saja tertunduk Duduk teringat dalam suntuk Ada denyut sesak Kusadari hatiku tengah terisak Memandangmu masih saja ragu Terlalu banyak sendu dihatiku Menyimpan segala berkas tentangmu Meski kau tak pernah tahu itu Aku malu.... Tapi bukan karenamu Ku malu pada hati kecilku Ia berteriak namun tak didengar Maafkan aku wahai hati Maaf karena aku kerap kali menjadikanmu taruhan Taruhan atas keegoisan pemikiranku Ini kesekian kalinya kau mencoba Mencoba merelakannya Namun ku tetap tak mengikhlaskannya Kau senandungkan rasa sakit Walau ku tahu kau tejepit Kau mencoba melukis habis Walau kau menangis Kau membawanya dengan ikhlas Meski airmata mengucur deras Padamu sang hati Tenanglah kelak kau kan dihampiri Sabarlah karena ia yang kau tunggu Tak datang hari ini VeraMaulidia'15 Terinspirasi dari teriakan hati yang tak terdengarkan SANG HATI SANG HATI Oleh : Vera Maulidia Ku masih saja tertunduk Duduk teringat dalam suntuk Ada denyut sesak Kusadari hatiku tengah t... + Baca selengkapnya »
DUA SISI DUA SISI Oleh : Vera Maulidia Angin pagi masih mengiringi Mengajak pepohonan menari dengan senang hati Mengiringi ikhsan yang merasa didustai Ada luka tapi biarlah.... Ketulusan bukan hanya tentang keikhlasan Tapi tentang kejujuran Ku mencoba mengerti Dalam lamunku berpikir Jika kejujuran kini kian tersingkir Penyesalan pasti ada Mengapa aku tidak melakukannya Otakku masih saja dilema Gejolak kedua sisi batin tersiksa karenanya Memaksa agar terturuti Meski tahu Tuhan berada disisi MASA BODOH Oh Tuhan... Maafkan aku... Ku masih membiarkan didepan mataku Ampuni aku karena ulahku Bantu aku Tuhan Bantu aku kuat memperhatikannya Kuatkan diri walau terdustai Penyesalanku biar saja Karena kutahu penyesalan selalu terlambat VeraMaulidia'15 Terinspirasi dari salah satu sifat jelek remaja masa kini DUA SISI DUA SISI Oleh : Vera Maulidia Angin pagi masih mengiringi Mengajak pepohonan menari dengan senang hati Mengiringi ikhsa... + Baca selengkapnya »
KABUT KABUT Oleh : Vera Maulidia Bintang masih malu menatapku Tertunduk lesu dibalik kabut Menyisakan hati yang kian tersudut Bukan tak mengerti Tapi mencoba menahan diri Meski luka menyayat hati Hadirmu penuh tanya Yang tak jarang tak mudah adanya Entah kenapa? Semakin kusadari kau hanya penuh duri Menusuk hati hanya dalam sepi Kau membuatku terkurung Terjebak pemikiran berujung linglung Hari-hariku terperangkap dalam mendung Terkadang cerah Namun tertutup kabut Memperhatikanmu yang terlalu ribut Menceritakan tentangku pada orang yang tak kau sebut Kau pernah menyenangkan Kau pernah mengerti Tapi kini hanya sekedar ilusi Karna kini kau terbawa egoisme sikapmu sendiri Kau hanya kabut Menutupi hari-hariku yang kau renggut Memaksaku berpikir kalut Satu kata yang terucap Meski kan ada duri tertancap Maaf kini aku tak bisa Tak bisa memaksa hati untuk berucap "Kau bukan satu yang menetap" VeraMaulidia'15 Terinspirasi dari bencana asap di negeriku Indonesia Pontianak, Kalimantan Barat KABUT KABUT Oleh : Vera Maulidia Bintang masih malu menatapku Tertunduk lesu dibalik kabut Menyisakan hati yang kian tersudut Bukan... + Baca selengkapnya »
ILUSI ILUSI Oleh : Vera Maulidia Bila dunia adalah ilusi Maka kaulah ilusi nyata Kata-kata kau umbar manis Namun semua berujung miris Kau berhati batu Dan aku laksana es yang membeku Bersama kita tenggelam dalam sunyi Menapaki jalan penuh duri Namun tiada arti Kau selalu pergi Membawa amarah tak bertepi Sejuta kata tak mampu membuatmu luruh Kau tak pernah mengerti Yang ada hanya aku menangis lagi Sadarlah...... Kau yang kupunya Kau yang ada Apa daya jika kau hanya ilusi belaka Vera Maulidia'15 Terinspirasi darimu, salah satu sahabatku ILUSI ILUSI Oleh : Vera Maulidia Bila dunia adalah ilusi Maka kaulah ilusi nyata Kata-kata kau umbar manis Namun semua berujung mi... + Baca selengkapnya »